Langsung ke konten utama

Postingan

Entahlah

berkecamuk.. riuh.. ramai.. tak beraturan..   bisakah kita duduk bersama untuk saling berbicara? kau seperti menghindar, sementara aku ingin menghilang banyak kata tak terungkap, banyak rasa yang kuendap..    menunggu dan diam, hanya itu yang kita lakukan aku diam, kau pun diam  rasanya aku ingin hilang saja dari hadapanmu  toh tak ada pengaruhnya, bukan?      

Perihal Hati

Teruntuk hati yang sulit utk ku pahami Untuk pikiran yg suka pergi melanglang buana oleh karena keadaan Ada yang ingin diungkapkan oleh bibir yg merupakan perasaan lelah dari kesatuan tubuh.. Bisakah kau tetap tenang meski keadaan mencekam? Tetap berpegang pada iman meski kemustahilan yg datang. Tetap berpikir dan yakin bahwa semua baik-baik saja tak seperti yg kau takutkan Dan tetap memilki hati bersih dlm segala selisih

Esok aku kan baik-baik saja

Senja, kereta,  hujan, dan kenangan. Ya hari  ini aku kembali mengenangmu Kamu yang kusimpan rapat dihati Kamu yang ku doakan berkali-kali Dan sudah lama tak lagi Ternyata bukan kereta ini saja yang ramai Atau langit yg bergemuruh bersama jatuhnya keroyokan air hujan Hatiku juga gaduh mengingatmu kala itu Tangan yg tak sengaja bersentuhan dan membuat jantungku tak karuan.. Kini... Kau hanya kenangan yang tak mungkin kugapai dan sudah bersama yang lain.. Ah,  air mataku jatuh lagii.. Dikepadatan kereta ini aku berdiri dengan lunglai yang kutahan. Tak mengapa kataku,  bsk atau nanti aku pasti kan baik2 saja...

Rasa

Hujan disini suka sekali menggoda Kadang  dia datang tiba-tiba dan menghilang begitu saja tanpa aba-aba.. Hujan ini sama seperti kamu 6 bulan lalu kau datang,  menghilang 1 bulan Kemudian kau datang,  dan kau pergi lagi tanpa kembali. Ada sedikit sedih disana, bkn karena kau pergi.  Aku hanya menangisi diriku sendiri... Kepercayaan dan keyakinan mulai pudar Melihat semua seakan fana utk terjadi.. Kini aku berjuang untuk membangun diriku Membuang setiap perasaan skeptis ketika orglain mendoakanku Berusaha utk tetap percaya tanpa ragu kpd Dia sang Pemilik Hati

123 purnama

Hai.. Aku telah dengar kabar bahagiamu Selamat untukmu.. Selamat menenun masa depan bersama dia yg kau cintai dan nanti.. Bagianku kini adalah melepaskanmu yg tak pernah kugenggam Menata hati yg patah Mengubur angan Membuang cinta dalam diam yg sdh  123 purnama kusimpan Terimakasih...

Hasrat

Mungkin tak banyak yang dapat aku berikan.. Tapi yg terbaik daripadaku akan kuusahakan untukmu... Tak banyak lagu permintaan yg kulantunkan.. Pintaku pada Sang Penulis hidup adalah kau sehat,  selalu sukacita dan memiliki waktu yang panjang bersama kami.. Membahagiakanmu adalah hasrat terbesarku. Untukmu kedua orangtuaku.. Dari putrimu yg sangat sederhana..