25/11/11

Respon yang benar


Hai3x.. ketemu lagi.. hai3x dalam blog desi.. hai3x :D
Hiii para pembaca setia blogku… #ea..
pie kabare? How are you? Kumaha damang?
Aku harap masih tetap berrsemangatt yahh.. hiihihihii
Hari ini aku mau curhat plus bagiin sesuatu yang lagi aku dpt dan belajar bgt..:)
Selamat membacaa…

Beberapa hari yang lalu kan aku sharing tentang kita harus percaya dengan janji Tuhan dalam hidup kita, klu yang belum baca silahkan langsung meluncur ke SINI . Ternyata yahh teman-teman gak mudah untuk percaya sepenuhnya, kadang pasti ada aja si iib merusakdan mengintimidasi pikiran kita. Kenapa aku bilang begitu? Karena seminggu ini aku lagi mengalami itu.. hehe..
Tau gak? (pasti gak tau;p, makanya aku mau cerita:) sebenarnya aku lagi bergumul banget dengan satu hal, aku merasa kalau hal-hal lain aku bisa tanganin tp kalu hal ini sebelum menghadapi kadang aku udah ciut duluan, ngerasa gak bisa, gak mampu untuk menghadapi semuanya.. rasanya aku pengen nyerah aja tapi aku ga bisa menyerah karena aku harus menyelesaikannya banyakk orang yang menunggu aku menang dari satu hal ini, terutama Tuhan, diri aku sendiri dan keluarga aku.. klo aku menyerah aku langsung kebayang wajah orang-orang yang aku kasihi dan aku langsung termehek-mehek seketika… kalian tau apa satu hal itu? Itu adalah pacar aku yg pengen banget aku putusin secepatnya (baca=SKRIPSI.red).
Sampai sekarang aku belum putus sm doi, pengen buru-buru putus setelah selesai semua urusan.. hehe…
Jumat minggu lalu aku ke kampus untuk kasih bab 1 ke DP (dosen pembimbing 1) aku, dengan penuh harapan aku letakin diatas mejanya. Saat itu dosen gue udh pulang. Jadi beliau itu system bimbingannya adalah dengan taroh aja skripsi kita di atas mejanya, nanti diperiksa dan kita tinggal ambil sekitar 2-3 hari kemudian paling lama seminggu.  Aku sengaja ambil itu bab 1 seminggu kemudian, sambil aku ngerjain Bab 2 aku dirumah di hari-hari sebelumnya. Saat aku dtang aku dapet kabar gak enak.. dosen aku dr jumat lalu ternyata keluar kota. Jadi blum diperiksa sama sekali.. aku cuma bisa senyum sepet.. hehe.. alhasil aku lgs capcus ke perpus cari bahan utk nglanjutin bab2. Hari selasa aku kekampus lagi utk ambil bab 1 aku yang kali aja udh diperiksa eh bukan kali tp pasti. Pas aku sampai disana aku nanya ke temen aku yg udh jd asdos disitu, dia bilang Dosennya lagi ga mau nerima bimbingan, trus aku tanya ke staf TU apa bab 1 aku udh diperiksa setelah dia cari2 ternya jugaaa ga ada punya aku.. suerr tekewerr kewerrr.. galauu seketikaa di dalam hati.. tapi aku berusaha utk tetap tersenyum dan bersyukur.. aku keluar dari ruang dosen dengan SUMRINGAH dan CERIAH, berusaha mengucap syukur meski di alam bawah sadar mungkin udah nangissss dan jejeritaaann…
Jujur aku bertanya-tanya sama Tuhan. Kenapa saat gue udh mulai move on dan percaya bahwa aku bisa menang dalam hal ini. Tapi yang “kelihatan di mata“ adalah kemustahilan dan “sepertinya” pintu-pintu tertutup semua.. disini aku belajar agar jangan percaya dengan hal yg Kelihatan dan Sepertinya coz iman dan percaya itu bukan karena melihat… aku masihh belajarr dan berjuang utk tetap percaya sama Tuhan dan melakukan bagian aku dengan benarr…
Selain aku belajar dan berjuang utk terusss percaya, aku juga diingetin Tuhan tentang firman yang pernah aku dengerin beberapa bulan yang lalu pas lagi  ada pertemuan ibu-ibu n wanita single, yang bawain firman adalah tante Ribka. Beliau share tentang “RESPON yang BENAR”. Seringkali dalam perjalanan kehidupan kita menghadapi banyak tantangan, tul ga? Tantangan/masalah satu belum selesaii ehh datang lagiii masalah yang lain…berrr… rasanyaaa gimana gtuu, klo aku sendiri pengen protes, iyaaa.. pengen marahh juga iyaa… rasanya kedagingan lebih besar.. tapi ternyata Tuhan pengen aku punya respon yang benar..
respon yang benar itu adalah kita tetap bersyukur dan percaya bahwa Tuhan akan tidak meninggalkan kita dan menyelesaikan segalanya bersama dengan kita.. hmmm… beratt jg ye, hhhoo.. tapii harus bs pasti bisa dengan kekuatan dari Tuhan.. kelihatannya mang susahh bgt.. tp ternyata aku gak mengalami hal ini sendiri.. ada orang-orang yang mengalami ini dan dia menang kareana dia tetep punya respon yang benar kepada Tuhan, bahkan masalahnya lebih berat daripada aku.. Dia adalah Habakuk.. dalam doanya di kitab Habakuk 4:17 dikatakan
“meski pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun lading-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang”
Ini adalah masalahh yang dihadapi oleh pak Habakuk.. kelihatannya semuaa mustahiill, nihill dan tak mungkinn.. kalau aku jadi Habakuk bs nangis guling-guling n mencak-mencak, gimana ini dan itu, tapi aku tercengang dengan responnya.. diayat 18-19
“namun aku akan bersorak-sorak di dalam Tuhan, beria-ria dalam Allah yang menyelamatkan aku. ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku”
Mantraaappp kalii bah… yang aku dapetin disini adalah Habakuk tetap melekat pada Tuhan, Habakuk tau jelass kepada siapa dia harus percaya, dia mengerti dan paham banget bahwa dia gak sendiri dalam menghadapi segala hal, dia gak berjuang dengan kekuatannya sendiri, dia percaya dan tahu betul bahwa Tuhan selalu ada dipihaknya, lewat masalah juga Tuhan smakin membuat Habakuk kuat sbab Tuhan sendiri yang menjadi kekuatannya, bayangin Habakuk sendiri bilang Tuhan menjadikan kakinya seperti kaki rusa, wowww… dan dia juga tahu ujung-ujungnya Habakuk yang jd pemenangnya. Kya lagu nya Dewi Lestari “malaikat juga tahu, aku yang jd juaranya” hehe.. karena itulah Habakuk tetap bersorak-sorak/ bersukacita dalam segala himpitan, masalah dan ujian yang dihadapinya.
Pernah ga guys, kalian bertanya-tanya.. kenapa sihh aku harus punya respon yang benar terhadap Tuhan dlm menghadapi masalah?? Klu aku sendiri jawab dengan semangat 45 “PERNAHH!”.  ternyata ada jawabannya lohh..:D
1.       Setiap ada persoalan pasti ada jawaban. (1 Korintus 10:13)
“pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dank arena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui batas kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya.
2.      Persoalan adlah jembatan untuk menuju kapasitas yang lebih besar (1 Petrus 5:10)
“Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemulianNya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan, dan mengokohkan kamu, setelah kamu menderita seketika lamanya”
3.       Allah sedang mempersiapkan kita untuk melejit. Seperti anak panah yang busurnya harus ditarik mundur kebelakang agar anak panahnya meluncur/ melejit tepat pada sasaran..

(Aku berasa ditabok-tabokk dehh saat ngerenunginn ini, Habakuk aja yang pergumulannya lebiihhhhh, masih bs punya respon yang benar....:).
Hikks.. ajar desi Tuhan agar seperti Habakuk tetap melekat kpdMU dan bersukacita dlm segala masalah.. sebab di dalamMu saja kutemukan jawaban dan kemenangan.. Sekiannn…. Bless you all..:D

Label: ,

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda